Berdiri menatap sang waktu dari jendela penuh haru, berbisik angin pada ilalang tentang rentang asa yang kubawa kepada seorang dara. Mengalun nada sendu dari hati yang membisu, memenjarakan kerinduan pada suatu masa yang telah lalu. Embun mencair membawa kesejukan pagi pada alam, dan cahaya jingga tertawa dalam semilir angin dari gunung yang membawa cerita edelweis [...]
Arsip untuk ‘puisi’ Kategori
SYAIR EDELWEIS
Diposkan dalam puisi pada November 20, 2007 | Leave a Comment »
SAYAP SAJAK ANGIN
Diposkan dalam puisi pada November 20, 2007 | Leave a Comment »
Embun mencair ketika fajar menyibak malam, terhenyak tapi lembut kesudut daun di tebing curam. Berteriak dari semak lewati sayap yang berarak, merengkuh pelan asa yang melayang. Berwarna berjalan senada dalam irama indah, berlari dalam senyum terbungkus bahagia. Air mengalir diatasnya edelweis mengapung, semilir angin menggoyang benang sari yang menjadi benih masa depan. Keheningan melambungkan angan [...]
NANTI
Diposkan dalam puisi pada November 16, 2007 | Leave a Comment »
semoga harimu indah
bersama angin yang selalu membelaimu
semoga harimu istimewa
bersama nyanyian embun tentang cintaku
aku sejenak beranjak
dan akan kembali
nanti…
ketika edelweis mekar kembali.
ADHI
TERDIAM
Diposkan dalam puisi pada November 16, 2007 | Leave a Comment »
Kiniku menjadi pasir
Setelah luluh dan terjatuh
Melihat gambar itu ada dirimu
Dan orang lain disampingmu
Aku terdiam…
Aku masih terdiam dalam kebisuan
Kudengar kau lama bersamanya
Air mata tak juga menetes
Karena tak tahu harus bagaimana aku
Dulu itu ternyata berbeda
Dulu kau padaku ada cinta
Sekarang bertahta kecewa
Maaf sudah kuucap
Pahit itu sudah kukecap
Harapku hanya cintamu
Yang saat ini masih kutunggu
Tapi sampai kapan…
Kau hanya terdiam…
ADIE
UNTUK PEREMPUAN ITU
Diposkan dalam puisi pada November 16, 2007 | Leave a Comment »
Ranting itu kini sendiri
Bersenandung dalam sepi
Kadang melambai bersama angin
Dan bercanda bersama hujan
Tunas belum tumbuh, entah kenapa
Mungkin untuk ada butuh cinta
Cinta dari mana kata bertanya
Apakah kau punya cinta?
Semua membisu biru
Beku dalam diam kaku
Dan ranting masih menunggu
Burung menyapa
Bernyanyi tanpa irama
Apakah cinta merampasnya…
Sepi tetap ada
Serasi bersama sang jiwa
Kebosanan entah kemana
Rasa itu telah lama [...]
KETIKA ITU
Diposkan dalam puisi pada November 16, 2007 | Leave a Comment »
Sendiri..ketika itu
Merenung bersama sepi
Mengenang waktu yang dulu
Malam bersenandung namamu
Melukiskannya bersama angin
Langit menangis..
Aku hanya tersenyum
Tersenyum dalam kerinduan akan dirimu
Dirimu yang dulu selalu membanggakanku
Hatimu yang setia mencintaiku
Kupejamkan mataku
Dan membiarkan malam menelan jiwaku
Keheningan berputar disekelilingku
Dan semua menjadi sepi..
Sunyi…
Hening…
ADIE
BERANDA RUMAHMU
Diposkan dalam puisi pada November 16, 2007 | Leave a Comment »
Sang waktu merajut malam
Dengan sulaman indah bintang dan rembulan
Berhiaskan siluet awan kelabu
Menambah romantis malam itu
Kau duduk disampingku
Bersandar pada pundakku
Air matamu bergulir dari indah matamu
Jangan menangis…kataku padamu
Kau tersenyum…
Angin malam menyapa
Bertanya tentang cinta
Kau masih dipundakku
Tapi tak menangis lagi
Ceria kini menjemputmu
Kupeluk dirimu hangat
Dan kau memelukku lebih erat
Kukecup keningmu
Dan [...]
Sajak Syair Langit
Diposkan dalam puisi pada Oktober 2, 2007 | Leave a Comment »
Saat senja berlalu
malam menyambut sendu
gelap perlahan menyatu
dalam irama denting jiwa lesu
Sunyi meratapi bumi
rembulan malu untuk kembali
bintang memudar diantara awan kelabu
yang berarak seirama angin
dan jeritan binatang jalang.
Saat fajar menyapa
tatapanmu hangat melewati jendela
senyummu lembut membelai jiwaku
Mentari meninggi
dan keindahan jiwa telah kembali.#