Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘puisi’ Kategori

SYAIR EDELWEIS

Berdiri menatap sang waktu dari jendela penuh haru, berbisik angin pada ilalang tentang rentang asa yang kubawa kepada seorang dara. Mengalun nada sendu dari hati yang membisu, memenjarakan kerinduan pada suatu masa yang telah lalu. Embun mencair membawa kesejukan pagi pada alam, dan cahaya jingga tertawa dalam semilir angin dari gunung yang membawa cerita edelweis [...]

Untuk mentranslate bahasa

SAYAP SAJAK ANGIN

Embun mencair ketika fajar menyibak malam, terhenyak tapi lembut kesudut daun di tebing curam. Berteriak dari semak lewati sayap yang berarak, merengkuh pelan asa yang melayang. Berwarna berjalan senada dalam irama indah, berlari dalam senyum terbungkus bahagia. Air mengalir diatasnya edelweis mengapung, semilir angin menggoyang benang sari yang menjadi benih masa depan. Keheningan melambungkan angan [...]

Untuk mentranslate bahasa

NANTI

semoga harimu indah
bersama angin yang selalu membelaimu
semoga harimu istimewa
bersama nyanyian embun tentang cintaku

aku sejenak beranjak
dan akan kembali
nanti…
ketika edelweis mekar kembali.

ADHI

Untuk mentranslate bahasa

TERDIAM

Kiniku menjadi pasir
Setelah luluh dan terjatuh
Melihat gambar itu ada dirimu
Dan orang lain disampingmu
Aku terdiam…
Aku masih terdiam dalam kebisuan
Kudengar kau lama bersamanya
Air mata tak juga menetes
Karena tak tahu harus bagaimana aku
Dulu itu ternyata berbeda
Dulu kau padaku ada cinta
Sekarang bertahta kecewa
Maaf sudah kuucap
Pahit itu sudah kukecap
Harapku hanya cintamu
Yang saat ini masih kutunggu
Tapi sampai kapan…
Kau hanya terdiam…
 
ADIE
 
 

Untuk mentranslate bahasa

UNTUK PEREMPUAN ITU

Ranting itu kini sendiri
Bersenandung dalam sepi
Kadang melambai bersama angin
Dan bercanda bersama hujan
Tunas belum tumbuh, entah kenapa
Mungkin untuk ada butuh cinta
Cinta dari mana kata bertanya
Apakah kau punya cinta?
          Semua membisu biru
          Beku dalam diam kaku
          Dan ranting masih menunggu
Burung menyapa
Bernyanyi tanpa irama
Apakah cinta merampasnya…
Sepi tetap ada
Serasi bersama sang jiwa
          Kebosanan entah kemana
          Rasa itu telah lama [...]

Untuk mentranslate bahasa

KETIKA ITU

Sendiri..ketika itu
Merenung bersama sepi
Mengenang waktu yang dulu
Malam bersenandung namamu
Melukiskannya bersama angin
Langit menangis..
Aku hanya tersenyum
Tersenyum dalam kerinduan akan dirimu
Dirimu yang dulu selalu membanggakanku
Hatimu yang setia mencintaiku
            Kupejamkan mataku
            Dan membiarkan malam menelan jiwaku
            Keheningan berputar disekelilingku
            Dan semua menjadi sepi..
            Sunyi…
            Hening…
           
 
ADIE

Untuk mentranslate bahasa

BERANDA RUMAHMU

 
Sang waktu merajut malam
Dengan sulaman indah bintang dan rembulan
Berhiaskan siluet awan kelabu
Menambah romantis malam itu
Kau duduk disampingku
Bersandar pada pundakku
Air matamu bergulir dari indah matamu
Jangan menangis…kataku padamu
Kau tersenyum…
Angin malam menyapa
Bertanya tentang cinta
            Kau masih dipundakku
            Tapi tak menangis lagi
            Ceria kini menjemputmu
            Kupeluk dirimu hangat
            Dan kau memelukku lebih erat
            Kukecup keningmu
            Dan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Sajak Syair Langit

Saat senja berlalu
malam menyambut sendu
gelap perlahan menyatu
dalam irama denting jiwa lesu
Sunyi meratapi bumi
rembulan malu untuk kembali
bintang memudar diantara awan kelabu
yang berarak seirama angin
dan jeritan binatang jalang.
Saat fajar menyapa
tatapanmu hangat melewati jendela
senyummu lembut membelai jiwaku
Mentari meninggi
dan keindahan jiwa telah kembali.#

Untuk mentranslate bahasa