Embun mencair ketika fajar menyibak malam, terhenyak tapi lembut kesudut daun di tebing curam. Berteriak dari semak lewati sayap yang berarak, merengkuh pelan asa yang melayang. Berwarna berjalan senada dalam irama indah, berlari dalam senyum terbungkus bahagia. Air mengalir diatasnya edelweis mengapung, semilir angin menggoyang benang sari yang menjadi benih masa depan. Keheningan melambungkan angan lewati pikiran merengkuh sadar.
Mata terbuka dalam hening ketiadaan, mencari makna dari gelap kefanaan. Nafas berhembus berujar berkelakar lewat kata yang tak dimengerti, menangis dalam tawa penuh makna. Kaki melangkah diantara kerikil yang memanggil. Bisik kekasih mengisi kekosongan ruang hati. Kerinduan melambung dalam kesendirian diantara dinding putih. Menunggu untuk sebuah kenyataan yang terlalu indah untuk disiakan.
Adie